Senin, 06 Februari 2017

Grup Medsos dan Solidaritas Kesukuan





Beberapa tahun tarakhir, tren ber-medsos tampaknya semakin meningkat. Salah satu yang paling banyak diminati adalah whatsup. Pasalnya, aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat grup untuk saling memberi dan menerima informasi. Ide ini disambut gembira oleh masyarakat modern. Dengan peluang tersebut, komunikasi kelompok akan terus berjalan walau masing-masing terpisah jarak yang jauh. Tidak hanya itu, hadirnya aplikasi seperti ini juga membuat koordinasi sebuah organisasi semakin lancar dan cepat.
Namun demikian, hadirnya medsos seperti ini bukan tanpa masalah. Dahlan Iskan dalam sebuah tulisannya bahkan menyinggung hal ini sebagai media yang melahirkan suku-suku modern. Tampaknya, pandangan tersebut bukan tanpa alasan. Faktanya, sebuah grup medsos kerap kali dijadikan media propaganda untuk menyerang kelompok lain. Juga menyebarkan hoax yang menguntungkan kelompoknya.  Bahkan menjadi tempat mengagung-gungkan kelompoknyalah yang terbaik. Hal tersebut adalah cikal bakal lahirnya fanatic golongan. Sedangkan fanatic terhadap golongan tak jauh berbeda dengan cara hidup manusia pada zaman dimana orang-orang hanya loyal terhadap suku atau kelompok saja.
Apalagi, percakapan-percakapan via medsos cenderung tertutup bahkan sangat rahasia. Yang dapat melihat percakapan tersebut hanya anggotanya.  Sedangkan  seseorang tak akan menjadi anggota grup jika tanpa persetujuan si admin. Artinya, si admin berpeluang hanya merekrut mereka yang pro dengan pikiran dan ide-idenya. Selain itu, mereka yang tak se’gaya’, tak se’pikiran’ dan tak se’ritme’ biasanya akan dikesampingkan.  
Lalu, bagaimana syariat memandang hal ini?  Islam merupakan agama yang menghendaki perdamaian dan persatuan. Sejak kemunculannya 14 abad yang lalu, ajaran ini telah menghapus sekat-sekat kelompok atau suku. Allah SWT telah menegaskan bahwa Dia tak membeda-bedakan antara manusia. Allah hanya melihat manusia dari sisi seberapa besar ketaqwaannya kepadaNya.
Dengan demikian, fanatic terhadap golongan sangat bertentangan dengan ajaran Islam karena cenderung mencerai-beraikan persatuan. Seorang muslim percaya bahwa hadirnya hal semacam ini (grup medsos) adalah peluang untuk silaturrahmi, berdakwah dan bermuamalah tanpa saling ghibah dan menyebarkan permusuhan terhadap kelompok yang berseberangan dengannya. Karena hal tersebut hanya akan memperlebar jurang permusuhan. Wallahu a’lam bisshawab.[] Fahru Rauzi

0 komentar:

Posting Komentar